Sabtu 12 Mei adalah hari kedua bagi para inti pegiat SliMS Jogja mengadakan ToT atau training of trainer. Sama dengan pekan sebelumnya, ToT kali ini juga diampu oleh mas Eddy Subratha. Melanjutkan pelajaran (kuliah euiii) pekan yang lalu, pekan ini juga mempelajari 960.gs atau tool untuk membuat mookup disain web.
Dengan 960 grid system ini disain web akan menjadi lebih teratur, apalagi nantinya pada sisi codingnya juga dilanjut menggunakan template dari 960.gs. Selain 960 grid system, mas Eddy juga menyampaikan banyak hal terkait tool untuk membuat disain web. Ada Color Scheeme yang tersedia online dan offline, Lorep Ipsum yang digunakan untuk membuat contoh text dalam pembuatan web. Mas Eddy juga mendemokan pembuatan beberapa disain web dengan meniru disain yang ada di internet. Disain-disain yang tampak rumit itu, ternyata dengan 960 grid system dapat di “tiru” dengan mudah.
Beruntung sekali, acara ToT ini mendapatkan fasilitas cuma-cuma berupa layar sekaligus tempat yang sangat nyaman, yaitu di gedung PT Codecon yang merupakan perusahaan di mana mas Eddy bekerja. “Ini bagian dari sedekah pada komunitas”, demikian mas Eddy pernah mengatakan kepada pegiat SLiMS Jogja.
Hadir pada acara sore itu: Eddy Subratha, Muhtarom, Maryanto, Budhi Santoso, Abdul Aziz, Purwoko serta dua rekan lagi mahasiswa UIN dan Amikom. Harapan ke depan, komunitas SLiMS Jogja dapat selalu meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu alat terkait teknologi informasi sehingga dapat meingkatkan pula layanan dalam bidang perpustakaannya.
Acara yang ditemani gorengan dan air mineral gelasan itu berlangsung sampai 17:30 sore. Kelanjutan pekan depan adalah dari sisi coding dengan tetap menggunakan 960GS. Semoga dapat memberi manfaat kepada banyak orang nantinya… Tidak menutup kemungkinan pada masa yang akan datang ToT akan dibuka untuk para “pentolan” komunitas SLiMS dari berbagai wilayah…
Hasil query dari Pemustaka kemudian di proses dan diteruskan ke masing-masing node perpustakaan yang menggunakan SLiMS atau sistem otomasi perpustakaan lain yang menyediakan web service berbasis XML MODS
Setiap node akan memberikan feedback berupa XML dalam standar MODS,
yang selanjutkan akan di-parsing oleh MODS dan kemudian ditampilkan dalam bentuk HTML ke pemustaka
Ingat! Nayanes tidak membutuhkan koneksi database sama sekali, dia hanya memproses web service yang disediakan oleh SLiMS and that’s how you can see the power of web service!Penasaran: http://slims.web.id/nayanes
Komunitas SLiMS Jogja @Munas FPPTI di UGM 26 April 2012
Tak disangka, Komunitas SLiMS sebagai komunitas yang berorientasi pada komunitas, para pegiat utamanya mampu “saweran” alias patungan untuk ikut menjadi sponsor pada acara Munas FPPTI 2012.
SLiMS mendapatkan meja yang strategis yaitu tepat didepan pintu/tangga masuk dan juga lorong jalan dari pintu lift menuju ruang acara.
Pagi itu, mas Haris (pegiat SliMS dari Ambon) datang paling awal langsung menghidupkan laptop menata brosur dan stiket SLiMS. Awal acara banyak pengunjung yang datang dan ngobrol bareng. Ada pak Wayan Metaram dari Bali, mas Daniel dari Univ. Machung, mas Miswan dari IAIN Walisongo dan lain sebagainya.
Obrolan tentang Meranti, Nayanes, meranti Mobile Version, migrasi dan berbagai bug fixing mewarnai berbaurnya peserta dengan pegiat SLiMS.
Tak lama kemudian, mas Eddy Subratha datang. Keduanyapun lalu terlibat aktifitas melayani diskusi para pengunjung.
Sore harinya, beberapa pegiat SLiMS yang lain mulai berdatangan. Ada mas Tarto, Aziz, Budhi, Sumaryanto…
Berikut reportase dari mas Eddy Subratha:
dari beberapa peserta seminar yang mampir ke stand SLIMS terbagi menjadi 3 versi, yang sudah menggunakan, baru akan menggunakan dan belum menggunakan SLIMS.
Yang sudah menggunakan SLIMS lebih banyak menceritakan masalah fitur yg belum tersedia di SLIMS, misal mengenai pembuatan custom report yg dibutuhkan utk pelaporan. Ya mirip-mirip report yg dulu pernah didemo Pak Maryanto MUHI. Ada juga yang menjadikan SLIMS sebagai salah satu media pembelajaran mahasiswa jurusan PERPUS (kalo gak salah Pak Widodo dari UNS Solo), namun terkendala masalah akses yang berat ketika proses input data secara bersamaan.
Untuk versi yang baru akan menggunakan SLIMS, kebanyakan masalah migrasi data dari sistem yang lama ke SLIMS. Juga terkendala karena aplikasi perpus mereka terintegrasi SIM Akademik dan pengembangan aplikasi perpus mereka sudah tidak dikembangkan lagi oleh developer yng lama.
Sedangkan yang belum menggunakan SLIMS karena kesulitan utk menginstalasi dan dukungan perangkat komputer yg belum memadai. Juga dikarenakan belum adanya komunitas di daerah setempat yang bisa membantu memberikan semacam pelatihan untuk petugas perpus Dari beberapa peserta sangat antusias utk melihat SLIMS Meranti misal Pak Daniel dari Universitas Ma Chung Malang yang langsung membuka tabletnya utk melihat SLIMS Meranti Mobile. Juga kekaguman pada fitur OAI dan z39.50 SRU yang sangat mudah. Sayang-nya dikarenakan koneksi internet di sana sedikti macet, sehingga waktu demo SRU banyak terjadi Operation Time Out.
Brosur dan Stiker JogjaLib.NET pun laris manis karena diberikan gratis..*lumayan utk dipasang di Helm atau Motor mereka
Suatu waktu, pernah ada seorang teman bertanya, “Wah, nek nge-SLiMS meski jam 12 malam tetap jalan ya Pur?”. Saya jawab saja “iya, memang biasanya seperti itu, malam-malam di Kopi Joss selatan Tugu Jogja”. Mau? teeeet tooot…..
Hal tersebut di atas, akhirnya terjadi lagi pada tanggal 17 Maret 2012. Saat itu, kebetulan sekali pak Hendro Wicaksono dan Pak Arie Nugraha berada di Jogja. Akhirnya mereka berdua bersama pak Eddy Subratha dan saya (Purwoko) meluncur dari kawasan Club House UIN Sunan Kalijaga ke area Kopi Joss sekitar jam 8 malam. Ternyata di area Kopi Joss-nya pak Man sudah menunggu rekan-rekan dari komunitas SLiMS Jogja, ada Heri Abi, Muhtarom, Tarto, Aziz. Kemudian setelah kami datang, datang pula mas Budhi Santoso, Maryanto, Hadi Pranoto, Fiqru Mafar, Subhan Haris+Istri. Tidak disangka pula, hadir seorang pegiat SliMS yang berasal dari Ambon, namanya Haris. Beliau ini sedang membangun katalog induk beberapa perpustakaan di Ambon dengan domain http://ambonlib.net. Belakangan diketahui, bahwa selain katalog AmbonLib.Net, mas Haris juga membangun sistem pencarian terpadu ke semua SLiMS yang online di internet. Aplikasi pencarian terpadu tersebut ada di url http://search.ambonlib.net.
Sebelum ngobrol mengenai SliMS dan segala sesuatunya, ada acara perkenalan singkat yang saya lakukan terutama untuk pak Haris dari Ambon. Selanjutnya ngobrol kesana-kemari dibarengi dengan menikmati sajian Kopi Joss serta “ubo rampe” ala angkringan Jogja. Terdapat sego kucing, tempe goreng, sate kerang, sate ayam, lumpia, telo goreng, apem, kopi susu, kopi jahe dan semacamnya. Sebagian besar awak komunitas yang datang memesan Kopi Joss sebagai sajian minumnyaa. Dinginnya malam, dibalut dengan suasana khas Jogja menambah semarak acara ngobrol bareng ini, apalagi dengan diselingi para pengamen yang silih berganti.
Pada acara ini, pak Hendro sempat memberitahukan tentang acara SDD/Senayan Developers Day yang akan dilaksanakan pada liburan panjang akhir bulan Maret 2012. Selain itu juga diumumkan beberapa projek “revolusioner” SLiMS dan beberapa aplikasi yang terkait. Sssssst, informasi apa saja aplikasi tersebut masih dirahasiakan di blog ini yak.. Emmm, oke dah saya kasih satu bocoran. KopiJoss76, merupakan sebuah paket aplikasi yang akan muncul dalam kaitannya dengan projek SLiMS. KopiJoss76, 76=TG=Tugu, jadi KopiJoss76=Kopi Joss di Tugu Jogja. Aplikasi ini adalah paketan yang berisi UCS SliMS, SliMS itu sendiri, Drupal yang didalamnya terdapat plugin SLiMS. Dengan KopiJoss76 diharapkan perpustakaan yang ingin membangun, atau belajar membuat website yang terintegrasi dengan SliMS dapat terfasilitasi.
Aplikasi lain? ditunggu launchingnya yak..
Ngobrol juga menyentuh hal-hal terkait teknis SLiMS. Beberapa usulan muncul, mulai dari katalog buku, membuat item otomatis (berdasar jumlah), barcode generator, penyempurnaan ucs, desain template, perbaikan bug, penambahan alamat pada lokasi koleksi di ucs, delete image cover, dan lain sebagainya. Ngobrol juga merambah pada etika Opensource. Pak Arie dan Hendro menekankan kembali tentang taat asas pada GPL v.3, khususnya terkait penggunaan SLiMS.
Mas Haris dari Ambon, juga sempat bercerita dan menunjukkan AmbonLib.Net yang sedang dia bangun. Menurutnya, di Ambon sudah ada beberapa perpustakaan yang mulai menggunakan SLiMS, rencananya beliau akan menyatukannya di AmbonLib.Net.
Berbagai pengalaman yang menyenangkan dan kadang membuat gelak tawa muncul dari masing-masing pribadi pegiat SliMS. Ada yang mengaku install slims seharian di bayar 200.000, ada yang di ajak makan sate sebagai tanda terimakasih dan pengalaman menarik lainnya.
Sebagai sebuah tiluna Manajemen Perpustakaan, SLiMS dibangun dengan mengedepankan komunitas sebagai basis pengembangan. Atas dasar hal tersebut, beberapa jargon SliMS kemudian muncul.
SLiMS, Librarian Social Network
SLiMS, tiluna ramah lingkungan
SLiMs, library system for library freedom
Adalah sesuatu yang di luar dugaan, SLiMS dapat menjadi perekat komunitas yang lahir di beberapa daerah. Sebagaimana di Jogja, komunitas SLiMS bangun dengan semangat berbagi dengan tidak didasari oleh kepentingan sesaat. Komunitas SLiMS berusaha bangkit dengan semangat mandiri secara bersama-sama.
Pukul 22:30, para pegiat Slims mulai meninggalkan area KopiJoss. Sebelum bubar, disempatkan foto bersama.
Sebagai kelanjutan dari Seminar minggu sebelumnya, panitia dari KSL UIN Sukijo menyelenggarakan sinau bareng Linux dan SliMS. Kegiatan ini kembali didampingi oleh tim KSL dan Komunitas SLiMS Jogja. Peserta yang datang pada acara ini sangat bervariasi; mulai dari mahasiswa, pustakawan serta umum. Bahkan tampak mahasiswa Ilmu Perpustakaan UNDIP, UNS dan juga UIN SUKA. Tampak pula pegiat SLiMS dari Jepara (Hartoyo) dan para pustakawan sekolah di Jogja yang tertarik dengan SLiMS.
Sesi pertama, sekitar pukul 08.00 sd 13.00 (12.00-13.00 break sholat dhuhur) diisi oleh KSL UIN Sukijo dengan materi instalasi Linux Ubuntu 10.04 (Lucyd Linx) dengan menggunakan Wubi. Ubuntu dipilih karena mudah digunakan dan merupakan distro paling banyak digunakan pegiat Linux. Pada sesi ini, KSL juga menyediakan repo lokal yang dipakai oleh peserta sebagai sarana repo untuk update paket dan install paket. Pada sesi install paket, peserta diberi penjelasan sekaligus praktek bersama instalasi apache, mysql, php dan phpmyadmin pada linux. Tidak hanya peserta yang menjadi audiens sesi ini, beberapa pegiat SLiMS Jogja juga ikut nimbrung. Hal ini disebabkan oleh keinginan mereka untuk ikut juga belajar Linux secara mendalam. Salah satu pegiat SliMS jogja bahkan mengakui bahwa ada beberapa hal terkait Linux yang baru diketahui setelah ikut acara ini.
Sesi berikutnya adalah instalasi SLiMS pada linux Ubuntu 10.04. Sesi ini diampu oleh para pegiat SliMS Jogja: Heri Abiburachman Hakim, Muhtarom, Eddy Subratha, dan juga Abdoel Aziz. Karena para peserta bervariasi sistem operasi yang digunakannya, maka sesi SLiMS dibagi dua. Pertama adalah instalasi SLiMS di Linux dan pada bagian lain ada belajar bersama SLiMS pada Windows.
Pada sesi install SliMS di Linux muncul beberapa masalah yang justru diharap dapat membuat peserta memahami apa itu Linux dan bagaimana instalasi SLiMS di Linux. Misalnya masalah hak akses file dan folder serta hak kepemilikan file dan folder. Peserta dikenalkan dengan perintah konsole CHOWN, CHMOD, LS dan lain sebagainya. Pengenalan ini sebelumnya juga dibahas pada sesi Linux secara lebih jauh.
Alhamdulillah, sesi instalasi SLiMS di Linux selesai dan semua peserta yang membawa laptop yang sebelumnya diinstall Linux berhasil diinstall SLiMS. Pada bagian lain, belajar bersama SLiMS pada windows juga berjalan lancar.
Slide presentasi pelatihan Linux silakan unduh di: Install Ubuntu dengan Wubi (121)
Untuk cara install SLiMS di Linux, silakan unduh dokumentasi SLiMS di http://slims.web.id
Sabtu 18 Februari 2012 komunitas SLiMS Jogja punya dua gawe. Pertama adalah seminar Linux+SLiMS di Fakultas Adab UIN SUnan Kalijaga (http://blog.jogjalib.net/2012/02/seminar-linuxslims/), dan kedua adalah pelatihan SLiMS untuk pustakawan di Stikes Bethesda Jogjakarta.
Acara pertama merupakan gawean bareng antara KSL UIN Sunan Kalijaga, BEM IPI UIN SUnan Kalijaga dan juga Komunitas SLiMS Jogja. KEgiatan ini berlangsung di Ruang Teatrikal Fakultas Adab. Hadir dalam acara ini mahasiswa, pustakawan, pegiat Linux baik dari Jogja maupun luar Jogja. Tercatat mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan UNDIP Semarang turut serta dalam acara ini.
Sesi pertama diisi pengenalan Linux dan Opensource oleh Mas Setia Budi dan Estu. Beliau berdua berasal dari KPLI Jogja dan KSL UIN SUnan Kalijaga. Pada sesi ini disampaikan kenapa memilih opensource, khususnya kenapa Linux? Aspek yang ditekankan adalah legal dan halal, serta stabil dan bebas virus.
Sesi kedua adalah pengenalan SLiMS oleh Purwoko. File presentasi Purwoko dapat diunduh di sini Presentasi Seminar (2978).
Acara kedua adalah pelatihan SLiMS di Perpustakaan Stikes Bethesda Jogjakarta. Kebetulan Stikes Bethesda hendak migrasi dari sistem automasi perpustakaan sebelumnya ke SLiMS. Materi pada pelatihan ini adalah instalasi, bibliografi, membership dan sirkulasi. Dilanjutkan dengan perawatan, backup data dan juga audit migrasi.
Komunitas SLiMS Jogja menawarkan pembuatan baju seragam SLiMS. Seperti terlampir pada gambar.
UPDATE
Logo menggunakan maskot Tarsius, Batik di depan dari atas ke bawah.
Penawaran khusus dari SLiMS Jogjakarta
Kisaran harga : Rp. 130.000,- + ongkos kirim
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi Komunitas SLiMS Jogjakarta.
Keuntungan dari pembuatan baju ini juga akan dialokasikan untuk pengelolaan JogjaLib.Net. So dari komunitas untuk komunitas….
Pada tanggal 4 Februari 2012 yang lalu, empat organisasi dan juga komunitas yang berkaitan dengan perpustakaan di Jogja duduk bersama, berembug bersama para audiens tentang bagaimana mengembangkan minat baca di perpustakaan sekolah pada era informasi. Acara ini merupakan rangkaian acara Jogja Itoe Boekoe yang digelar oleh IKAPI di Mandala Bhakti Wanitatama, 1-7 Februari 2012.
Keempat komunitas mengirimkan wakilnya menjadi narasumber pada acara ini, ATPUSI di wakili oleh Pak Halim, Heri Abi dari SLiMS, Muklis dari ALUS dan LKPI diwakili oleh Supriyanto. Semua membahas “membaca” dikaitkan dengan peran organisasinya masing masing. Acara ini dimoderatori oleh Arsidi, SIP yang merupakan ketua ATPUSI Jogjakarta.
Dengan lihat, sang moderator juga mengajak audiens untuk ikut menyampaikan uneg-unegnya. Tercatat beberapa audiens ikut berkomentar, baik dari perpustakaan perguruan tinggi, mahasiswa, perpustakaan SD dan lain sebagainya.
Ada peserta yang menyatakan bahwa ketika ingin mengembangkan perpustakaan terbentur pada aspek kebijakan pimpinan, adapula yang menyayangkan terputusnya keberlangsungan pengelolaan perpustakaan pada tiap tingkatan di sekolah. Ketika SD murid mendapatkan perpustakaan yang “hidup” namun ketika SMP mereka kaget karena perpustakaannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pada sesi akhir, panitia pameran berkenan ikut bicara. Panitia menanggapi selentingan tentang mahalnya buku. Beliau mengatakan bahwa buku belum menjadi kebutuhan pokok, masih kalah dengan bensin atau pulsa. Hal ini disampaikan sambil mengajak untuk menjadikan buku sebagai kebutuhan pokok.
Pada kesempatan ini, melalui moderator juga dibagi doorprize berupa 10 CD master SLiMS. Para peserta juga mendapatkan stiker SLiMS dan JogjaLib.NET. Peserta datang dari berbagai pelosok daerah, mulai dari kawasan Jogjakarta sendiri, Bantul, Sleman, Klaten, Magelang bahkan dari Purworejo.
Para peserta juga dipersilakan untuk mengunjungi stand perpustakaan yang dihuni oleh beberapa komunitas di atas.
Pegiat SLiMS Jogja, Purwoko diberi kesempatan untuk berbicara pada seminar yang diselenggarakan oleh KSL UIN + BMJ IPI UIN Sukijo. Acara akan dilangsungkan pada Sabtu, 18 Februari 2012 di Teatrikal F. Adab UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.Pendaftaran online dapat dilakukan melalui http://jogjalib.net/seminar dari 6-16 Februari 2012, dengan arga tiket Rp15.000 (mahasiswa) dan Rp30.000 (umum) dengan berbagai fasilitas.
Tema yang diangkat adalah:
“Linux dan SLiMS, paduan apik opensource untuk kemajuan dunia perpustakaan”
Pada seminar ini akan diisi oleh Setia Budi (KSL UIN), Estu Fardani (KPLI Jogja) dan Purwoko (SLiMS Jogja).
Selain semiar, pada tanggal 25 Februari juga akan diadakan belajar bersama instalasi Linux menggunakan wubi, sehingga para peserta yang masih takut menginstall linux tidak ada alasan untuk merasa takut. Dengan wubi, instalasi Linux dapat dilakukan dengan mudah dan tanpa membuat partisi baru, serta dapat dihapus dengan mudah.