Liputan Khusus Seminar dan Launching Komunitas SLiMS Jawa Timur
Sumber YPPI
Sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur hingga Madura dan Malang hadir dalam acara Seminar sekaligus Launching Komunitas SLiMS Jawa Timur yang diselenggarakan di Universitas Widya Mandala Surabaya. Bertepatan dengan hari Sabtu 26 Maret 2011 ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu Hendro Wicaksono dari Lead Developer dan Verdi Yudha (Alih Media Dijital).
Acara yang dimulai sejak pukul 08.30 W.I.B diawali dengan sambutan dari pihak Widya Mandala dan Kepala Perpustakaan Widya Mandala Vincent menyatakan bahwa diselenggarakan acara seminar dan launching komunitas SLiMS Jawa Timur ini dikarenakan adanya tuntutan kemajuan teknologi yang sangat pesat sehingga pustakawan harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut. Salah satu pemanfaatan tersebut adalah dengan adanya software SLiMS.
Dalam sambutanya Hendro Wicaksono mengatakan banyak hal terkait pengembangan perpustakaan dihgital di Indonesia. Salah satu poin yang sangat di tekankan adalah pentingnya seorang pustakawan dalam memilih sebuah software perpustakaan. Seorang pustakawan jangan sampai memilih sebuah software perpustakaan berbayar mahal akan tetapi hak sebagai pustakawan dalam mengelola perpustakaan justru sangat terbatas dan tergantung dengan perusahaan pembuat software tersebut.
Hendro Wicaksono juga menyatakan bahwa software SLiMS dibuat untuk bisa memberikan solusi atas banyaknya permasalahan tersebut. Keberadaan SLiMS sangat di dukung dengan banyaknya komunitas di berbagai wilayah seperti Jogja, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Pati, Surabaya, dan terbaru adalah Jawa Timur.
Melalui komunitas inilah diharapkan para pustakawan bisa saling berbagi ilmu dan memecahan berbagai masalah ketika ada kesulitan. Dari sinilah diharapkan kemajuan teknologi dibidang perpustakaan terus berkembang hingga menyebar ke berbagai wilayah di selkuruh Indonesia.




Total peserta pelatihan ini seitar 55-an orang. Berasal dari Jawa timur, sulawesi, jawa tengah, Jogjakarta, Jawa Barat dan Jakarta. Pak Ardi, S.Sos, merupakan peserta terjauh yang berasal dari makasar.
, atas usul dari peserta, workshop dibagi menjadi dua karena peserta workshop ini ada yang masih pemula serta ada yang sudah mahir.
Dalam workshop ini, kepada peserta dibagikan modul, blocknote, pena, stiker SLiMS, gantungan kunci SLiMS serta CD Master. CD Master terdiri dari master psenayan, senayan3-stable14, matoa, xampp, notepad++, openoffice, flashplayer for windows, firefox, contoh file image dan file lampiran, serta softfile manual SLiMS Seulanga.
Dalam acara ini hadir kurang lebih 30-an peserta, baik pustakawan maupun mahasiswa jurusan perpustakaan.
terimakasih atas saran dari Bapak Sofyan Riyanto. Purwoko juga menyampaikan bahwa teknologi hanya salah satu bagian saja dari perpustakaan. Jangan sampai dalam belajar SLiMS, melupakan aspek lain dari perpustakaan. Teori-teori dalam ilmu perpustakaan dan informasi teta harus diikuti.
Pada belajar bersama ini, didemokan bagaimana memigrasikan database ISIS ke SLiMS. Kemudian acara dipandu oleh Budhi Santoso serta Tarto. Beruntung pada kesempatan ini, rekan dari media (Harian Jogja) berkenan meliput acara.
Hari Rabu, bertepatan dengan hari Pahlawan 10 November 2010, Ari Suseno dan Purwoko menghadiri undangan perpusda Jawa Tengah dalam rangka pelatihan software SLiMS. Pelatihan ini dilaksanakan di Kampus Universitas Dian Nuswantoro Semarang, tepatnya di Lab Komputer kampus Pusat.
Peserta pelatihan adalah para pustakawan di Perpusda Jawa Tengah, perpustakaan kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Keseluruhan peserta pelatihan ini ada 40-an orang.
Materi dari pelatihan ini adalah Install SLiMS versi portable, pengenalan beberapa modul (System, Bibliografi, Membership) dan praktik mengirimkan data ke UCS.
Ternyata SLiMS telah dikenal sampai ke pelosok pati, pekalongan, cilacap dan daerah lain disekitarnya. Bahkan beberapa perpustakaan telah menggunakan software ini, baik dengan menginstall sendiri maupun melalui pihak ketiga. Hal yang menjadi keprihatinan adalah ketika perpustakaan menggunakan pihak ketiga, perpustakaan tidak mendapatkan SLiMS secara keseluruhan. Dari pengalaman pelatihan di Semarang, diketahui perpustakaan yang menggunakan pihak ketiga dalam implementasi SLiMS tidak mendapatkan dokumentasi SLiMS. Padalah dokumentasi ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penggunaan software.