Sumber Perpusnas
File dapat di unduh di sini
JAKARTA – Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Senin (18/7) mengadakan kegiatan “Sosialisasi Tajuk Subjek Perpustakaan” bertempat di Aula Perpustakaan Nasional, Jl. Salemba Raya No. 28A Jakarta Pusat.
Sosialisasi ini diikuti 89 peserta yang berasal dari kalangan pustakawan, baik dari perpustakaan umum, perguruan tinggi, pusat dokumentasi swasta maupun pemerintah serta pejabat struktural di lingkungan Perpustakaan Nasional. Yang bertindak sebagai pembicara adalah Dra. Dina Isyanti, M.Si dengan Nara sumber Prof. DR. Sulistyo Basuki dan Drs. Dady P. Rachmananta, MLS, serta dipandu oleh moderator Dra. Lily Suarny, MM.
Dalam pemaparannya, Dina Isyanti menjelaskan tentang tujuan dari revisi Tajuk Subjek ini, yang diantaranya untuk mendaftarkan subjek tertentu dibawah kata atau istilah atau frasa yang seragam dari semua bahan pustaka tentang suatu subjek tertentu dalam perpustakaan. Sebagai nara sumber, Sulistyo Basuki banyak memberikan masukan terhadap Tajuk Subjek hasil revisi ini. “Masih ada beberapa kata yang rancu dalam penggunaannya, misalnya antara kata binatang dan hewan,” ujarnya.
Sedangkan Dady P. Rachmananta mengatakan perlu dibentuknya tim khusus untuk pembuatan Daftar Tajuk Subjek. Beliau juga mengingatkan, bahwa ada perkembangan dalam khasanah kata atau istilah, sehingga perlu secara berkala melakukan revisi terhadap Daftar Tajuk yang sudah ada. “Kata-kata selalu terus berkembang, maka diperlukan revisi yang terus menerus,” ujar Kaperpusnas RI ini.
Sementara itu, maksud dari kegiatan sosialisasi ini sendiri adalah untuk memasyarakatkan Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional yang telah direvisi. Seperti diketahui tajuk subjek yang dicantumkan pada kartu katalog, merupakan salah satu titik akses ke koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan. Dengan tajuk subjek dapat diketahui tema atau masalah yang dibahas dalam suatu bahan pustaka. Disamping itu, pedoman tajuk subjek juga diperlukan untuk keperluan pengajaran bagi pendidikan perpustakaan baik formal maupun non formal.
Daftar Tajuk Subjek ini disusun dengan maksud untuk menjadi pedoman dan pegangan bagi pustakawan dalam menentukan tajuk subjek. Berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Tajuk subjek merupakan bank data untuk layanan informasi secara cepat, tepat dan efektif, karena dengan adanya daftar tajuk subjek diharapkan kegiatan pengolahan dapat dilaksanakan secara konsisten.
Dalam peraturan katalogisasi masalah penentuan tajuk subjek diuraikan secara panjang lebar dan terdapat berbagai jenis peraturan. Tiap jenis tajuk mempunyai peraturan tersendiri. Faktor yang menentukan peraturan itu adalah : bahasa, ejaan, sinonim, singkatan, akronim, transliterasi, dan sebagainya.
Tajuk Subjek Perpustakaan edisi revisi ini dalam penyusunannya melibatkan berbagai kalangan baik akademisi maupun praktisi di bidang perpustakaan dan sudah banyak mengalami perubahan dalam hal penyusunan struktur istilah, yang lebih mendekati dan mengikuti struktur yang terdapat pada Sears List of Subject Headings dan juga modifikasi dari LC Subject Headings. Edisi revisi ini dirintis sejak tahun 1999 mulai dari pengumpulan data, pengolahan data sampai pada penyusunannya.
Revisi tajuk subjek tahun 2005 ini bertujuan untuk mendaftar subjek tertentu di bawah kata, frasa atau istilah di bawah satu istilah yang seragam untuk meningkatkan kualitas katalog sebagai sarana temu kembali informasi, khususnya katalog berbagai jenis bahan pustaka terbitan Perpustakaan Nasional.
Dalam edisi revisi ini juga terjadi perubahan judul, tajuk subjek edisi lama berjudul “Tajuk Subjek Perpustakaan”, sedangkan tajuk subjek edisi revisi diberi judul “Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional”. Perubahan judul ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa, subjek yang didaftar adalah subjek-subjek yang ada pada koleksi Perpustakaan Nasional, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mengakomodir subjek-subjek dari perpustakaan lain.
Pada tajuk subjek yang lama digunakan tanda silang satu (X) dan tanda silang dua (XX), sedangkan pada tajuk subjek yang baru menggunakan beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara istilah yang satu dengan istilah yang lainnya, yaitu :
LJ = Lihat juga. Acuan lihat juga (LJ) adalah sistem menunjuk dari satu tajuk subjek ke tajuk subjek lain yang berhubungan dengan katalog, dimana semua tajuk subjek dimaksud dipakai sebagai tajuk entri.
IL = Istilah Luas. Merupakan istilah yang lebih luas daripada istilah pada tajuk utama, sesuai dengan aturan bahwa satu istilah mempunyai satu istilah yang lebih luas, setidaknya satu, dua bidang ilmu atau lebih.
IK = Istilah Khusus. Adalah istilah yang lebih sempit daripada istilah subjek utama.
IT = Istilah Terkait. Istilah yang berkaitan dengan subjek utama, yang berbeda dengan Istilah Luas atau Istilah Khusus
Adanya acuan dalam pembuatan tajuk subjek diperlukan untuk mengarahkan pemakai (pustakawan) ke dalam istilah-istilah yang memiliki satu arti. Kata atau frasa yang digunakan untuk membuat tajuk subjek harus dipilih yang umum dipakai. Prinsipnya adalah bila ada beberapa pilihan kata, maka pilih kata atau frasa yang populer atau umum digunakan daripada istilah ilmiah atau istilah teknis, karena tajuk subjek diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan akan menggunakan katalog tersebut.
Prinsip penting lain yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan tajuk subjek adalah keseragaman. Bila terdapat beberapa kata yang mempunyai pengertian sama (sinonim), perlu ditetapkan satu untuk digunakan sebagai tajuk secara taat azas. Selain mencerminkan isi karya tajuk subjek ada juga bentuk, yang fungsinya adalah memberikan penjelasan tentang bentuk penyajian suatu karya. Tajuk bentuk merujuk ke bentuk literal (sastra) atau bentuk artistik sebuah karya dan bukan masalah subjeknya. Biasanya tajuk ini digunakan untuk karya kumpulan atau koleksi esai oleh pengarang berbagai bangsa.
Tajuk subjek edisi revisi ini diterbitkan satu paket dengan tiga buku lainnya yaitu Daftar Tajuk Nama Pengarang Indonesia, Daftar Tajuk Geografi Indonesia dan Daftar Tajuk Badan Korporasi Indonesia. Tetapi, dalam kesempatan ini baru bisa disosialisasikan Daftar Tajuk Perpustakaan Nasional.